Arsip untuk kategori ‘Mujahadah’
Cinta Allah
Mahabbah adalah melepaskan apa yang dimiliki (kepada Kekasih), meskipun itu besar; dan menganggap besar apa yang diperoleh dari Kekasih, meskipun itu sedikit. (dari: Hadrat Bayazid Bustami).
Bukti-bukti Cinta Allah kepada Orang-orang yang Beriman
BUKTI ke-1:

“Sungguh, Allah membeli dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta mereka dengan surga.” (9. At Taubah: 111)
BUKTI ke-2:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (14. Ibrahim: 34)
“Katakanlah (wahai nabi), kekayaan dunia hanyalah sedikit.” (4. An Nisaa’: 77)
“… dan mereka yang mengingat Allah sebanyak-banyaknya.” (33. Al Ahzab: 35)
Siapakah orang-orang yang dicintai Allah?
Di dalam al Quran kalimat ”innallaaha yuhibb ….” ditemukan sebanyak 18 kali, dengan rincian sebagai berikut:
- al Muhsiniin (orang-orang yang berbuat baik terhadap yang pernah melukai hatinya) disebut sebanyak 5 kali.
- al Muttaqiin (orang-orang yang bertaqwa) disebut sebanyak 3 kali.
- al Muqsithiin (orang-orang yang adil) disebut sebanyak 3 kali.
- al Mutathahhiriin (orang-orang yang menyucikan jiwa dan raganya) disebut sebanyak 3 kali.
- al Mutawakkiliin (orang-orang yang berserah diri kepada-Nya) disebut sebanyak 3 kali.
- al Tawwaabiin (orang-orang yang bertaubat), Shaffan waahidan (orang-orang yang berjuang di jalan Allah dalam satu barisan), Al Shaabiriin (orang-orang yang sabar; masing-masing disebut sebanyak 1 kali.
“Siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan banyak menyebutnya”.
Berdasarkan kaidah tersebut, maka dari delapan golongan orang-orang yang dicintai Allah di atas kiranya Al Muhsiniin-lah yang paling dicintai Allah karena ia yang paling banyak disebut (5 kali).
Keadaan orang-orang yang dicintai Allah
“Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Ku-umumkan perang atasnya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu, lebih Ku-sukai daripada melakukan apa yang Ku-fardukan. Seseorang yang berusaha terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, pada akhirnya Aku mencintainya, dan kalau Aku mencintainya, menjadilah Aku pendengarannya yang dengannya dia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, menjadi tangannya yang dengannya dia bertindak, serta menjadi kakinya yang dengannya dia melangkah. Apabila dia bermohon kepada-Ku akan Ku-kabulkan, dan bila dia meminta perlindungan, pasti Ku-lindungi.” (Hadits Qudsi diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari melalui Abu Hurairah ra.)
Cinta antara Allah dan hamba-Nya tidak bertepuk sebelah tangan
…maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya… (5. Al Maa’idah: 54)
MENYIKAPI KEMISKINAN (2)
(lanjutan)
Di Indramayu
Ada satu survei lapangan yang dikerjakan oleh Tim Pemantau Kemiskinan Departemen Keuangan belum lama berselang. Lokasi yang diambil adalah di Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Masyarakat miskin di desa itu menggantungkan sumber hidupnya sebagai buruh tani.
Pada saat panen, mereka bekerja sebagai buruh tani pada orang yang sedang memanen gabahnya. Apabila kerja memanen telah usai mereka akan melakukan apa yang dikenal dengan “ngoreh dami”, mengorek-korek jerami bekas, lalu dibanting-banting untuk mencari sisa gabah.
Lebih dari itu, mereka juga melakukan apa yang dikenal dengan “remi”, membanting ulang jerami yang sudah dibanting orang lain dengan harapan masih mendapat butiran gabah yang mungkin masih tersisa.
Ini hanya salah satu gambaran nyata, di tempat yang tidak jauh dari Jakarta, bagaimana saudara-saudara sebangsa kita berusaha dengan semua daya yang ada sekadar untuk mempertahankan hidupnya yang pasti jauh dari kecukupan.
KESEDIAAN BERBAGI ADALAH WUJUD KEIMANAN
QS. 3. Ali ‘Imran
133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
QS. 90. Al Balad
10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan
11. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?
12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
13. (yaitu) melepaskan budak,
14. atau memberi makan pada hari kelaparan,
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kedekatan,
16. atau kepada orang miskin yang sangat fakir.
QS. 107. Al Maa´uun
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
MENYIKAPI KEMISKINAN (1)
DEFINISI
Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang, suatu keluarga atau sekelompok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, baik pangan maupun nonpangan, khususnya pendidikan dasar, kesehatan dasar, perumahan, dan kebutuhan transportasi. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar inilah yang biasa disebut dengan kemiskinan absolut.
SEKILAS PROFIL KEMISKINAN
Di India
Bagi para pembaca yang suka menonton film, ada suatu tontonan film yang menggambarkan dahsyatnya kemiskinan serta akibat-akibat yang ditimbulkannya. Film itu berjudul City of Joy. Film ini mendemonstrasikan secara kasatmata keparahan kehidupan sosial ekonomi yang diakibatkan oleh lingkaran kemiskinan.
Film ini mengisahkan keluarga-keluarga miskin yang sungguh merana hidupnya di salah satu kota terpadat di dunia, Calcutta, India. Di sana digambarkan bagaimana orang-orang tua yang ringkih dan berpenyakit tuberkulosis harus menarik riksaw, bagaikan kuda beban untuk sekadar menyambung hidup. Dan, bagaimana perlakuan buruk dari para pemilik riksaw yang tidak mengenal belas kasihan terhadap kaum papa ini. Kaum dhuafa ini pun harus menyerah karena tidak ada pilihan lain untuk sekadar menyambung hidupnya.
Dalam film ini digambarkan pula tempat-tempat yang sangat kumuh dan tempat-tempat yang dipadati pekerja seks, wanita-wanita yang terpaksa menjual harga dirinya karena dicekik oleh kemiskinan.
Di Bantul (Kompas, Kamis 13 Oktober 2005 Halaman 1)
Sebuah keluarga di Bantul, Provinsi DI Yogyakarta, terpaksa tinggal di kandang sapi. Kusnanto (27) keluar dari kandang sapi yang ditinggali bersama istri dan dua anaknya. Masih tampak jelas bekas-bekas kotoran sapi yang telah kering menempel di dinding gubuknya.
Kusnanto menyilakan tamunya duduk di bagian depan rumahnya yang sempit, kumuh, dan dengan aroma bau kotoran sapi. Rumah Kusnanto sejak dua tahun lalu adalah kandang sapi yang berdinding anyaman bambu yang kini telah lapuk. Kandang ini menjadi kosong karena sapi milik Karang Taruna Dusun Cempluk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, telah diambil.
Kandang ini bersebelahan dengan rumah orang tuanya yang dihuni sembilan orang, termasuk keluarga Kusnanto. Ia dan keluarganya memutuskan pindah ke kandang sapi itu karena tak tega menyusahkan orang tuanya yang punya banyak tanggungan.
Sepekan lalu, Warmini (25), istrinya, yang hanya pencari rumput untuk pakan kambing, melahirkan anak kedua mereka. Kebahagiaan itu sekaligus menjadi beban baru bagi pasangan muda ini.
Kusnanto hanya mampu membelikan satu kaleng susu selama istrinya hamil. Dan setelah bayi mereka lahir, Kusnanto tak berdaya lagi membeli susu. “Bagaimana bisa membeli susu, buat makan dua kali sehari saja sudah sulit. Masih untung berlauk tempe, biasanya hanya pakai garam. Apalagi satu bulan ini saya tak ada orderan kerja,” ujar pria yang menjadi buruh tani tak tetap di sawah warga sekitar rumahnya, Selasa (11/10 2005).
(bersambung)